Membuat Virgin Coconut Oil (VCO)

virgin coconuts oil Secara umum, Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak nabati yang diekstrak dari daging buah kelapa (spesies: Cocos nucifera) dengan proses dikontrol sedemikian rupa sehingga temperatur selama proses tidak melebihi 60º Celsius. Minyak yang dihasilkan tidak boleh dimurnikan secara kimiawi yang biasa disebut proses RBD (Refine, Bleach and Deodorize), sehingga kandungan nutrisi dan aroma kelapa dalam minyak tersebut masih terjaga dengan alami.

Semua orang bisa membuat VCO, kunci suksesnya adalah menjaga temperatur di bawah 60º Celsius di semua tahap proses produksi. Jika temperatur terlalu tinggi, yang Anda hasilkan bukan VCO, melainkan minyak klentik (Jawa) atau minyak tanak (Minang) atau lengis tandusan (Bali). Pada dasarnya ada 2 metode pembuatan VCO: Metode Basah dan Metode Kering.

Membuat VCO Metode Basah

Metode Basah

Cara ini sangat mudah dikerjakan di rumah dengan menggunakan peralatan yang ada di dapur. Langkah prosesnya sebagai berikut:
- Buat santan encer dengan memeras campuran kelapa parut segar dengan air
- Santan encer lalu dikentalkan dengan cara pengendapan, atau bisa juga didinginkan pada suhu 10º Celsius. Pada suhu ini, santan kental akan membeku, namun air masih dalam kondisi cair, sehingga santan kental mudah dipisahkan dari air.
- Minyak dipisahkan dari santan kental dengan cara fermentasi atau bisa juga dengan mesin sentrifugal
- Minyak VCO yang sudah terpisah itu "dipanen" dengan hati-hati agar tidak bercampur dengan air
- Minyak VCO disaring dengan menggunakan kertas tisu agar jernih.
Anda bisa pelajari banyak video tutorial di Youtube tentang membuat VCO dengan metode basah dari santan ini.

Keunggulan Metode Basah:
- Cara paling sederhana dan mudah dalam membuat VCO
- Biaya dan kebutuhan energi rendah.

Kelemahan Metode Basah:
- VCO yang dihasilkan masih mengandung kadar air cukup tinggi. Sehingga VCO harus segera dikonsumsi, jika tidak maka VCO akan tengik dalam beberapa hari. Perlu diingat bahwa air adalah musuh utama VCO. Jika produk VCO nya untuk dipasarkan komersial, maka perlu proses pengurangan kadar airr dengan cara memanaskan VCO di suhu 50º Celsius selama beberapa jam.
- Terlalu banyak limbah air. Untuk menghasilkan 1 liter VCO, diperlukan 20 liter air. Ini menimbulkan isu lingkungan cukup serius untuk produksi dalam skala besar. Apalagi air limbah tersebut menimbulkan bau tak sedap.

Membuat VCO Metode Kering

Metode Kering

Proses Metode Kering memerlukan mesin dan peralatan khusus sehingga lebih cocok untuk produksi VCO dalam skala besar. Langkah prosesnya sebagai berikut:
- Daging kelapa segar diparut dan dikeringkan dalam oven pengering sehingga kadar airnya di bawah 5%. Temperatur oven pengering harus tetap dijaga di bawah 60º Celsius selama proses pengeringan
- Minyak VCO diperas dari kelapa parut kering dengan menggunakan mesin pemeras minyak tekanan rendah (hidrolik) atau tekanan tinggi (screw press). Untuk pemerasan tekanan tinggi, mesin harus dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menghindari panas yang dihasilkan oleh tekanan tinggi.
- VCO yang dihasilkan oleh pemerasan mesin ini biasanya dalam kondisi keruh, sehingga perlu disaring dengan mesin khusus.

Keunggulan Metode Kering
- Menghasilkan VCO berkualitas tinggi dengan kadar air rendah (di bawah 0.2%), sehingga memiliki umur simpan lebih lama.
- Cocok untuk produksi skala besar
- Minyak VCO yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan metode basah
- Tak ada limbah air yang mengganggu lingkungan.

Kelemahan Metode Kering:
- Membutuhkan banyak biaya investasi untuk pengadaan mesin dan peralatan
- Proses yang cukup lama dari pengeringan kelapa sampai penyaringan
- Membutuhkan banyak energi untuk listrik atau bahan bakar.